PEMIMPIN YANG ADIL
PEMIMPIN
YANG ADIL
1.
Pemimpin
Setiap
orang adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan di mintai pertanggung jawabannya
(hadis Nabi SAW), kita semua adalah pemimpin atas apa yang kita pimpin,
misalnya saja anda adalah pemimpin atas diri anda, atas anggota tubuh anda
(tangan, kaki, kepala dan seterusnya), berarti setiap manusia adalah pemimpin
dan suatu saat nanti akan dimintai pertanggung jawabanya (mungkin semacam LPJ).
Manusia diciptakan oleh sang pencipta
untuk sebagai Khalifah (Q. S. Al Baqarah : 30), wakil ALLAH di bumi ini, dengan
mekanisme menjalankan sesuatu dengan apa yang diridhainya di muka bumi ini dan
menghindari apa yang dilarangnya.
Pemimpin
adalah ilmu /metode yang mengajarkan bagaimana seseorang menjadi penggerak dan atau
menggerakkan dalam sebuah organisasi yang mampu menjadi patron bagi bawahannya,
pemimpin adalah bagian yang sangat vital dalam hal mengoprasikan sebuah
organisasi, sesuatu organisasi harus memiliki pemimpin yang mempunyai kriteria
yang mencukupi seperti kecerdasan intelektual, intuisi dan bijaksanaan, hal itu
guna memahami kondisi organisasi baik itu kekurangan dan kelebihan yang
dipimpinnya, sebagai seorang pemimpin untuk menjalankan roda organisasi untuk
mencapai sebuah tujuan, dibuktikan dengan adanya kegiatan-kegiatan yang
terstruktur.
Indikator
kesuksesan pemimpin itu ada tiga kata Ichsanuddin Noorsy dalam bukunya yang
berjudul bangsa terbelah di antaranya ialah
-
Melindungi pengikut
-
Mencerdaskan dan mensejahterakan pengikut
-
Menumbuh dan mengembangkan pengikut (dalam artian bahwa perjalanan kedepan
adalah benar)
2.
Adil
Mungkin
makna adil sering sekali pembaca dengar, juga tercantum dalam Pancasila,
seperti sila kedua yang berbunyi “Kemanusiaan yang adil dan beradap” dan juga
sila yang kelima yang berbunyi “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.
Ada juga yang mengatakan adil adalah sama rata atau memaknainya ke Adilan
adalah yang berdiri di tengah (disebut netral), ada juga yang mengatakan adil
adalah memihak, misalnya saja orang tua memiliki dua orang anak, anak pertama
berstatus mahasiswa dan anak kedua
berstatus sebagai siswa jadi orang tuanya membedakan uang jajan si anak tadi,
pasti lebih banyak uang jajan anaknya yang sebagai mahasiswa.
Sebetulnya dari dua pendapat di atas
tidaklah salah, karna semua tergantuk peristiwanya, yang penulis maksudkan
disini adalah manusia yang adil atau pemimpin yang adil, adil yang penulis
maknai disini ialah pemimpin yang menginsafi bentuk segala aktivitasnya, insaf
yang penulis maksud ialah, sadar (dapat memaknai mana yang baik dan mana yang
buruk) akan apa yang ia kerjakan dan bisa dipertanggung jawabkan di kemudia
hari.
Terakhir yang ingin penulis
sampaikan ialah kita dapat belajar dari pemimpin-pemimpin terdahulu. Setiap kata-kata
terselip sebuah makna, setiap narasi terselip sebuah rasa yang abadi, dan dari
kisah-kisah kita dapat belajar untuk menentukan arah hidup yang lebih baik.
Abd
Robi Wardana (Mahasiswa Biasa)

Komentar
Posting Komentar